photo IMG-20150420-WA0014.jpg

 photo IMG_0077.jpg
 photo 20150419_105837.jpg
 photo 22.jpg
 photo IMG-20141201-WA0027.jpg
 photo 20150418_093253.jpg

Mekah Al Mukaramah pusat daratan di dunia



Temuan ilmiah yang menghebohkan para ilmuwan dan dipublikasikan pada bulan januari 1977 menyebutkan,”Kota Mekah al Mukaramah adalah pusat daratan di dunia.” Fakta ini ditemukan setelah melalui riset panjang dan mengacu pada sejumlah table matematis yang sangat rumit dengan bantuan teknologi computer.
Ilmuwan mesir, Dr Husein Kamaludin, penemu fakta ini menuturkan kisah penemuannya yang cukup mencengangkan ini; penelitian ini dimulai dengan tujuan yang sangat berbeda dengan hasil yang diperoleh. Pada awalnya penelitian dilakukan untuk mendapatkan suatu alat yang dapat membantu siapapun dan di tempat manapun dari penjuru dunia ini untuk mengetahui dan menentukan posisi kiblat. Sebab, selama perjalanannya ke Negara luar, ia merasa bahwa penentuan arah kiblat selalu menjadi masalah yang dihadapi seluruh umat muslim ketika berada di suatu tempat yang tidak ada masjidnya atau tempat shalat yang memiliki tanda jelas arah kiblat. Masalah ini juga sering dihadapi oleh seseorang yang berada di luar negeri (yang bukan negeri islam), misalnya para pelajar dan mahasiswa yang dikirim ke luar negeri.
Karena itu, Dr Husain Kamaludin berfikir untuk membuat peta dunia baru yang dilengkapi petunjuk posisi arah kiblat. Setelah membuat rancangan awal riset pendahuluan yang diarahkan untuk membuat peta baru ini dan menggambar lima benua pada peta itu, tiba tiba temuan yang mengundang decak kagum itu muncul.
Ilmuwan Mesir ini menemukan bahwa posisi kota Mekah berada tepat di tengah tengah dunia.
Ia lalu memegang sebuah jangka dan meletakkan salah satu ujungnya di gambar kota Mekah lantas menjalankan ujung lainnya pada ujung setiap benua. Ternyata daratan yang ada di permukaan bola bumi terbagi secara sistematis di sekitar kota Mekah. Dari sini, ia menemukan bahwa kota Mekah adalah pusat daratan.
Selanjutnya ia ambil peta kuno sebelum ditemukannya benua Amerika dan Australia. Setelah melakukan uji coba berkali kali, ia pun menemukan bahwa Mekah tetap menjadi titik sentral daratan, hingga ketika dibandingkan dengan kondisi peta dunia masa permulaan Islam.
Dr Husain Kamaludin menambahkan, “Saya mulai penelitian ini dengan menggambar peta yang memperhitungkan jarak semua tempat di muka bumi dengan kota Mekah. Saya kemudian mengukur garis garis bujur yang sama untuk mengetahui posisi garis lintang dan garis bujur jika diukur dari kota Mekah. Setelah itu, saya gambar batas batas benua dan hak hak detail lainnya pada jaringan garis garis ini. Hal ini membutuhkan pemprosesan matematis yang sangat pelik, dengan bantuan teknologi computer guna menentukan jarak dan deviasi yang diperlukan. Penelitian ini juga membutuhkan software penggambar garis lintang dan garis bujur untuk proyeksi baru ini.
Secara kebetulan saya menemukan bahwa saya dapat menggambar lingkaran yang berpusat di kota Mekah dan batas batasnya di luar ke ke-enam benua. Dan garis pinggir lingkaran ini mengitari batas batas luar benua benua tersebut.
Dengan demikian, Mekah adalah jantung bumi. Dan hal ini sebelumnya sudah diindikasikan oleh sains modern melalui temuan para ilmuwan, yang menyebutkan kota Mekah merupakan pusat radiasi gravitasi magnetic. Fenomena unik juga akan dirasakan oleh semua orang  yang mengunjungi kota Mekah untuk tujuan haji atau umrah, dengan hati yang tulus dan bertaubat kepada Allah. Ia merasa seolah olah tertarik dengan semua yang ada di Mekah, dari tanah, pegunungan, hingga semua yang ada di sana, seolah olah ia merasa melebur bersama kota Mekah dengan segenap jiwa dan raganya. Dan ini adalah perasaan yang terus berlangsung sejak awal keberadaan bumi.
Sebagaimana halnya planet planet yang lain, bumi pun melakukan barter daya tarik dengan planet planet dan bintang bintang lainnya. Daya tarik ini bersumber dari dalam bumi yang bermuara pada satu titik sentral bumi yang juga menjadi sumber sinar radiasi.
Titik temu plutonik inilah yang ditemukan oleh seorang ilmuwan Amerika dalam bidang topography setelah memastikan keberadaan dan letak geografisnya. Dalam hal ini ia tentu saja tidak didorong oleh keyakinan agama. Siang malam, dengan semangat tinggi ia bekerja di laboratoriumnya sambil menghadapi peta peta bumi dan perlengkapan lain. Dan tanpa sengaja ia menemukan bahwa pusat pertemuan radiasi kosmos berada di kota Mekah.
Mengacu pada fakta fakta ilmiah di atas, kita pun bisa mengenali hikmah ilahiyah di balik pemilihan kota Mekah sebagai tempat berdirinya Baitullah, sekaligus sebagai tunas penyebaran risalah Islam di seluruh penjuru dunia. Dan ini membuktikan adanya kemukjizatan ilmiah yang terkandung dalam hadist Nabawi yang menampilkan keutamaan status kota Mekah dibandingkan tempat tempat yang lain di permukaan bumi. Wallahu alam.
Allah SWT Berfirman,” dan agar kamu memberikan peringatan kepada penduduk Ummul Qura (Mekkah) dan orang orang yang di luar lingkungannya.” (QS Al An’am 92)
Nabi SAW berdiri di bukit Hazwarah (di Mekkah) lalu berkata pada kota Mekkah ,” Aku tahu bahwa engkau adalah sebaik baik bumi Allah dan yang paling dicintai Allah, seandainya keluargamu tidak mengeluarkan darimu, niscaya aku tidak keluar.’ (Musnad Ahmad

sumber:eramuslim

Seringanya Syaitan Membisikan Wanita



Setan memiliki 1001 cara untuk menjerat manusia ke dalam perangkapnya, menggunakan berbagai macam strategi untuk menjeremuskan manusia ke dalam kenistaan.
Setan tahu persis kelemahan manusia yang cenderung memperturutkan hawa nafsu, dia terus berusaha untuk menjauhkan manusia dari aturan-aturan yang telah ditetapkan Allah Jalla wa ‘Ala. Khususnya kaum wanita yang dijauhkan dari jati dirinya sebagai seorang muslimah yaitu mengenakan hijab. Berikut ini tahapan-tahapannya.
I. Menghilangkan Definisi Hijab
Dalam tahap ini setan membisikkan kepada para wanita, bahwa pakaian apapun termasuk hijab (penutup) itu tidak ada kaitannya dengan agama, ia hanya sekadar pakaian atau mode hiasan bagi para wanita. Jadi tidak ada pakaian syar’i, pakaian ya pakaian, apa pun bentuk dan namanya.
Sehingga akibatnya, ketika zaman telah berubah, atau kebudayaan manusia telah berganti, maka tidak ada masalah pakaian ikut ganti juga.
Demikian pula ketika seseorang berpindah dari suatu negeri ke negeri yang lain, maka harus menyesuaikan diri dengan pakaian penduduknya, apapun yang mereka pakai.
Berbeda halnya jika seorang wanita berkeyakinan, bahwa hijab adalah pakaian syar’i (identitas keislaman), dan memakainya adalah ibadah bukan sekedar mode. Biarpun hidup kapan saja dan di mana saja, maka hijab syar’i tetap dipertahankan.
Apabila seorang wanita masih bertahan dengan prinsip hijabnya, maka setan beralih dengan strategi yang lebih halus. Caranya?

Pertama, Membuka Bagian Tangan

Telapak tangan mungkin sudah terbiasa terbuka, maka setan membisikkan kepada para wanita agar ada sedikit peningkatan model yakni membuka bagian hasta (siku hingga telapak tangan).
“Ah tidak apa-apa, kan masih pakai jilbab dan pakai baju panjang? Begitu bisikan setan. Dan benar sang wanita akhirnya memakai pakain model baru yang menampakkan tangannya, dan ternyata para lelaki yang melihat nya juga biasa-biasa saja. Maka setan berbisik,” Tuh tidak apa-apa kan?
Kedua, Membuka Leher dan Dada
Setelah menampakkan tangan menjadi kebiasaan, maka datanglah setan untuk membisikkan hal baru lagi. “Kini buka tangan sudah lumrah, maka perlu ada peningkatan model pakaian yang lebih maju lagi, yakni terbuka bagian atas dada kamu.”
Tapi jangan sebut sebagai pakaian terbuka, hanya sekedar sedikit untuk mendapatkan hawa, agar tidak gerah. Cobalah! Orang pasti tidak akan peduli, sebab hanya bagian kecil saja yang terbuka.
Maka dipakailah pakaian model baru yang terbuka bagian leher dan dadanya dari yang model setengah lingkaran hingga yang model bentuk huruf “V” yang tentu menjadikan lebih terlihat lagi bagian sensitif lagi dari dadanya.
Ketiga, Berpakaian Tapi Telanjang
Setan berbisik lagi, “Pakaian kok hanya gitu-gitu saja, cari model atau bahan lain yang lebih bagus! Tapi apa ya? Sang wanita bergumam. “Banyak model dan kain yang agak tipis, lalu bentuknya dibuat yang agak ketat biar lebih enak dipandang,” setan memberi ide baru.
Maka tergodalah si wanita, di carilah model pakaian yang ketat dan kain yang tipis bahkan transparan. “Nggak apa-apa kok, kan potongan pakaiannya masih panjang, hanya bahan dan modelnya saja yang agak berbeda, biar nampak lebih feminin,” begitu dia menambahkan. Walhasil pakaian tersebut akhirnya membudaya di kalangan wanita muslimah, makin hari makin bertambah ketat dan transparan, maka jadilah mereka wanita yang disebut oleh Nabi sebagai wanita kasiyat ‘ariyat (berpakaian tetapi telanjang).

Keempat, Agak di Buka Sedikit

Setelah para wanita muslimah mengenakan busana yang ketat, maka setan datang lagi. Dan sebagaimana biasanya dia menawarkan ide baru yang sepertinya segar dan enak, yakni dibisiki wanita itu, “Pakaian seperti ini membuat susah berjalan atau duduk, soalnya sempit, apa nggak sebaiknya di belah hingga lutut atau mendekati paha?” Dengan itu kamu akan lebih leluasa, lebih kelihatan lincah dan enerjik.”
Lalu dicobalah ide baru itu, dan memang benar dengan dibelah mulai bagian bawah hingga lutut atau mendekati paha ternyata membuat lebih enak dan leluasa, terutama ketika akan duduk atau naik ke jok mobil. “Yah tersingkap sedikit nggak apa-apa lah, yang penting enjoy,” katanya.
Inilah tahapan awal setan merusak kaum wanita, hingga tahap ini pakaian masih tetap utuh dan panjang, hanya model, corak, potongan dan bahan saja yang dibuat berbeda dengan hijab syar’i yang sebenarnya.Maka kini mulailah setan pada tahapan berikutnya.
II. Terbuka Sedikit Demi SedikitKini setan melangkah lagi, dengan trik dan siasat lain yang lebih ampuh, tujuannya agar para wanita menampak kan bagian aurat tubuhnya.
Pertama, Membuka Telapak Kaki dan TumitSetan Berbisik kepada para wanita, “Baju panjang benar-benar membuat repot, kalau hanya dengan membelah sedikit bagiannya masih kurang leluasa, lebih enak kalau di potong saja hingga atas mata kaki.” Ini baru agak longgar. “Oh ada yang kelupaan, kalau kamu bakai baju demikian, maka jilbab yang besar tidak cocok lagi, sekarang kamu cari jilbab yang kecil agar lebih serasi dan gaul, toh orang tetap menamakannya dengan jilbab.”
Maka para wanita yang terpengaruh dengan bisikan ini buru-buru mencari model pakaian yang dimaksudkan. Tak ketinggalan sepatu hak tinggi, yang kalau untuk berjalan mengeluarkan suara yang menarik perhatian orang.
Sambungan (II Terbuka Sedikit Demi Sedikit)
Kedua, Membuka Seperempat Hingga Separuh Betis
Terbuka telapak kaki telah biasa ia lakukan, dan ternyata orang-orang yang melihat juga tidak begitu peduli. Maka setan kembali berbisik, “Ternyata kebanyakan manusia menyukai apa yang kamu lakukan, buktinya mereka tidak bereaksi apa-apa, kecuali hanya beberapa orang. Kalau langkah kakimu masih kurang leluasa, maka cobalah kamu cari model lain yang lebih enak, bukankah kini banyak rok setengah betis dijual di pasaran? Tidak usah terlalu mencolok, hanya terlihat kira-kira sepuluh senti saja.” Nanti kalau sudah terbiasa, baru kamu cari model baru yang terbuka hingga setengah betis.”
Benar-benar bisikan setan dan hawa nafsu telah menjadi penasehat pribadinya, sehingga apa yang saja yang dibisikkan setan dalam jiwanya dia turuti. Maka terbiasalah dia mema-kai pakaian yang terlihat separuh betisnya kemana saja dia pergi.
Ketiga, Terbuka Seluruh BetisKini di mata si wanita, zaman benar-benar telah berubah, setan telah berhasil membalikkan pandangan jernihnya. Terkadang sang wanita berpikir, apakah ini tidak menyelisihi para wanita di masa Nabi dahulu.
Namun buru-buru bisikan setan dan hawa nafsu menyahut, “Ah jelas enggak, kan sekarang zaman sudah berubah, kalau zaman dulu para lelaki mengangkat pakaiannya hingga setengah betis, maka wanitanya harus menyelisihi dengan menjulurkannya hingga menutup telapak kaki, tapi kini lain, sekarang banyak laki-laki yang menurunkan pakaiannya hingga bawah mata kaki, maka wanitanya harus menyelisihi mereka yaitu dengan mengangkatnya hingga setengah betis atau kalau perlu lebih ke atas lagi, sehingga nampak seluruh betisnya.”
Tetapi… apakah itu tidak menjadi fitnah bagi kaum laki-laki,” gumamnya.
“Fitnah? Ah itu kan zaman dulu, di masa itu kaum laki-laki tidak suka kalau wanita menampakkan auratnya, sehingga wanita-wanita mereka lebih banyak di rumah dan pakaian mereka sangat tertutup. Tapi sekarang sudah berbeda, kini kaum laki-laki kalau melihat bagian tubuh wanita yang terbuka malah senang dan mengatakan ooh atau wow, bukankah ini berarti sudah tidak ada lagi fitnah, karena sama-sama suka? Lihat saja model pakaian di sana-sini, dari yang di emperan hingga yang yang bermerek kenamaan, seperti Kristian Dior, semuanya menawarkan model yang dirancang khusus untuk wanita maju di zaman ini. Kalau kamu tidak mengikuti model itu akan menjadi wanita yang ketinggalan zaman.”
Demikianlah, maka pakaian yang menampakkan seluruh betis biasa dia kenakan, apalagi banyak para wanita yang memakainya dan sedikit sekali orang yang mempermasalahkan itu. Kini tibalah saatnya setan melancarkan tahap terakhir dari siasatnya untuk melucuti hijab wanita.
III. Serba MiniSetelah pakaian yang menampak kan betis menjadi pakaian sehari-hari dan dirasa biasa-biasa saja, maka datanglah bisikan setan yang lain. “Pakaian membutuhkan variasi, jangan itu-itu saja, sekarang ini modelnya rok mini, dan agar serasi rambut kepala harus terbuka, sehingga benar-benar kelihatan indah.”
Maka akhirnya rok mini yang menampakkan bagian bawah paha dia pakai, bajunya pun bervariasi, ada yang terbuka hingga lengan tangan, terbuka bagian dada sekaligus bagian punggung nya dan berbagai model lain yang serba pendek dan mini.
Koleksi pakaiannya sangat beraneka ragam, ada pakaian pesta, berlibur, pakaian kerja, pakaian resmi, pakaian malam, sore, musim panas, musim dingin dan lain-lain, tak ketinggalan celana pendek separuh paha pun dia miliki, model dan warna rambut juga ikut bervariasi, semuanya telah dicoba. Begitulah sesuatu yang sepertinya mustahil untuk dilakukan, ternyata kalau sudah dihiasi oleh setan, maka segalanya menjadi serba mungkin dan diterima oleh manusia.
Hingga suatu ketika, muncul ide untuk mandi di kolam renang terbuka atau mandi di pantai, di mana semua wanitanya sama, hanya dua bagian paling rawan saja yang tersisa untuk ditutupi, kemaluan dan buah dada. Mereka semua mengenakan pakaian yang sering disebut dengan “bikini”.
Karena semuanya begitu, maka harus ikut begitu, dan na’udzu billah bisikan setan berhasil, tujuannya tercapai, “Menelanjangi Kaum Wanita.” Selanjutnya terserah kamu wahai wanita, kalian semua sama, telanjang di hadapan laki-laki lain, di tempat umum. Aku berlepas diri kalau nanti kelak kalian sama-sama di neraka. Aku hanya menunjukkan jalan, engkau sendiri yang melakukan itu semua, maka tanggung sendiri semua dosamu” Setan tak mau ambil resiko.
PenutupDemikian halus, cara yang digunakan syaitan, sehingga manusia terjeru-mus dalam dosa tanpa terasa. Maka hendaklah kita semua, terutama Muslimah sebagai saudari yang tentunya tidak menginginkan saudarinya dalam kemaksiatan kepada Allah Jalla wa ‘Ala, segera secepatnya diambil tindakan.
Jangan biarkan berlarut-larut, karena kalau dibiarkan dan telah menjadi kebiasaan, maka sangat sulit bagi kita untuk mengatasinya.
Membiarkan mereka membuka aurat berarti merelakan mereka mendapatkan laknat Allah, kasihanilah mereka, selamatkan para wanita muslimah, jangan jerumuskan mereka ke dalam kebinasaan yang menyeng-sarakan, baik di dunia maupun di akhirat.
Wallahu a’lam bis shawab.
sumber:eramuslim

Malas Ibadah ?? nih kuncinya



Bentuk futur adalah rasa malas beribadah dan kadang-kadang boleh meninggalkannya sama sekali. Sikap lemah itu timbul akibat renggangnya hubungan seorang hamba dengan Penciptanya.
Cara menghadapi futur dalam diri.
1- Membaca, merenung dan memikirkan kandungan al-Quran.
Firman Allah bermaksud: “Dan Kami turunkan al-Quran sesuatu yang menjadi penawar dan rahmat kepada orang yang beriman.” (Surah al-Isra, ayat 82)
Ada dua perkara yang dianjurkan Ibnul Qayyim bagi mengatasi kemalasan daripada kekerasan hati.
Pertama, bertafakur dan alihkan hatimu dari dunia untuk beberapa waktu, lalu ditempatkan di akhirat.
Kedua, hadapkan seluruh hatimu pada pengertian al-Quran, memikirkan dan memahami apa yang dimaksudkan serta mengapa ia diturunkan. Hayati semua ayatnya. Jika suatu ayat diturunkan untuk mengobat hati, maka dengan izin Allah hati itu pun akan sembuh.
2-Merasakan keagungan Allah.
Antara ungkapan indah Ibnul Qayyim ketika menyifatkan keagungan Allah Yang Maha Tinggi: “Dia yang mengatur urusan semua hamba, memerintah, melarang, mencipta, melimpahkan rezeki, mematikan, menghidupkan, memuliakan dan menghinakan manusia. Begitu juga menjadikan malam dan siang, menggantikan hari demi hari antara manusia, membalikkan kekuasaan dan menggantikannya dengan kekuasaan yang lain serta urusan dan kekuasaan-Nya berlaku di bumi dan antara kedua-duanya, di lautan dan daratan. Ilmu-Nya meliputi segala sesuatu dan mampu menghitung segala sesuatu.
“Pendengaran-Nya mencakupi pelbagai suara dan tidak ada yang menyerupai-Nya. Bahkan, Dia dapat mendengar suara hiruk-pikuk yang saling bertindih dengan pelbagai perbedaan bahasa. Pendengaran-Nya tidak akan diganggu oleh pendengaran yang lain, tidak menjadi kacau-bilau kerana banyak masalah. Tidak pernah jemu meskipun terus menerus diajukan secara bertubi-tubi dengan permintaan orang yang mempunyai keperluan.
“Penglihatan-Nya meliputi segala sesuatu yang nampak, sehingga Dia mampu melihat langkah kaki semut hitam di tengah-tengah padang pasir yang luas terbentang pada tengah malam gelap-gelita. Yang ghaib dapat disaksikan dan yang tersembunyi nampak jelas bagi-Nya.”
Firman Allah bermaksud: “Semua yang ada di langit dan di bumi selalu meminta kepada-Nya. Setiap waktu Dia dalam kesibukan.” (Surah ar-Rahman, ayat 29).
3- Mendalami ilmu syariat.
Maksudnya adalah ilmu yang mampu menimbulkan rasa takut kepada Allah dan menambah beratnya timbangan iman. Dengan mengetahui ilmu itu, seseorang akan mengetahui apa yang terjadi sesudah mati, kehidupan di alam kubur, ketakutan dahsyat di padang Mahsyar, nikmat yang dikecapi di syurga dan azab pedih di neraka. Begitu juga nikmah syariat, masalah halal dan haram serta perjalanan hidup nabi dan pelbagai perkara yang tidak terhitung manfaatnya.
Allah berfirman bermaksud: “Katakanlah, adakah sama orang yang mengetahui dengan orang yang tidak mengetahui?” (Surah az-Zumar, ayat 9).
4-Mencari persekitaran dan sahabat soleh.
Keadaan seseorang banyak ditentukan persekitarannya. Lingkungan baik akan meningkatkan keimanan. Di sanalah seseorang mendapat teguran dan bimbingan ketika melakukan kesalahan.
Di sana pula dirasakan suasana berlumba dalam melakukan ketaatan, zikrullah, turunnya rahmat dan datangnya ketenteraman hati.
5-Memperbanyakkan kerja amal.
Kerja amal mampu memberikan pengaruh ketara terhadap hati dan jiwa manusia. Apabila kita melakukan kerja kebaikan dan apa saja amal soleh, jiwa pasti puas dan penuh kedamaiannya.
6-Tumbuhkan rasa takut su’ul khatimah (kesudahan yang buruk)
Takut kepada kematian dalam dosa atau sesat akan mendorong seorang Muslim untuk taat dan memperbaharui iman.
7-Banyak mengingati mati.
Mengingati mati juga akan membenteng seseorang daripada derhaka kepada Allah. Hati keras berubah menjadi lembut. Tidaklah seseorang itu mengingati mati ketika dilanda kehidupan yang sempit melainkan akan membuatnya menjadi lapang.
Antara cara mengingatkan mati adalah dengan sering menziarahi kubur. Rasulullah bersabda: “Dulu aku melarangmu menziarahi kubur, ketahuilah, sekarang ziarahilah kubur kerana itu boleh melunakkan hati, membuat mata menangis, mengingatkan hari akhirat dan janganlah kamu mengucapkan kata-kata yang kotor.” (Hadis riwayat Hakim)
8-Kepatuhan dan berlepas diri
Saling tolong-menolong dan patuh terhadap sesama mukmin serta berlepas diri daripada orang kafir. Hati yang bergantung dan terpaut pada musuh Allah, akan menjadi lemah. Keimanannya akan menurun dan mencair. Sebaliknya, apabila kepatuhan dimurnikan dan hanya kepada Allah, maka ia akan menghidupkan keimanan dan semangat dalam hati.
9-Muhasabah jiwa ketika datang kelemahan
Menurut Ibnu al-Qayyim, hati memiliki dua sikap iaitu menerima dan menolak. Manfaatkan dua keadaan itu, sama ada ketika cenderung menerima dan menolak. Ketika hati cenderung menerima, perbanyakkan amal soleh dan ibadah sunnah. Laksanakanlah ibadah sebanyak mungkin pada waktu siang dan malam.
Pada waktu hati sedang menolak (futur), ikatnya dengan melakukan amal wajib saja Rasulullah ditanya seorang sahabat : “Wahai Rasulullah, apa pendapat anda apabila aku merasakan lemah dalam melakukan suatu amal?” Baginda menjawab: “Peliharalah keburukanmu daripada manusia kerana itu adalah sedekah bagi dirimu.” Maksudnya jangan menunjukkan keburukan kita di depan manusia lain.
10-Menelaah kisah teladan salafussoleh.
Sikap dan teladan salafussoleh, termasuk ulama dan mujahidin hingga zaman kini akan menumbuhkan rasa hina dalam diri hingga menyuntikkan semangat baru dalam jiwa seseorang untuk menjadikan mereka sebagai contoh.
for sumber:@ayuni

Keadilan dalam Islam

Apa yang terjadi jika syariat Islam tegak di negeri ini ? Ada yang bilang jika syariat islam ini di berlakukan “minoritas akan tertindas , minoritas teraniaya, Indonesia yang prural ini akan tercerai berai.” Benarkah seperti itu. Apakah syariat islam adalah system penindasan ? system yang memecah belah ? benarkah itu semua ? atau hanya sekedar fitnah ?
“Barangsiapa mengganggu seorang kafir dzimmi, maka sungguh ia mengganggu saya, dan barangsiapa mengganggu saya, maka sungguh ia mengganggu Allah.”(Riwayat Thabarani)
“Barangsiapa mengganggu seorang kafir dzimmi, maka saya adalah musuhnya, dan barangsiapa memusuhi saya, maka akan saya musuhinya nanti di hari kiamat.”(Riwayat al-Khatib)
“Barangsiapa berlaku zalim kepada seorang kafir ‘ahdi, atau mengurangi haknya, atau memberi beban melebihi kemampuannya, atau mengambil sesuatu daripadanya dengan niat yang tidak baik, maka saya adalah pembelanya nanti di hari kiamat.” (Riwayat Abu Daud)
Ketiga hadist di atas membuktikan bahwa Islam sama sekali tidak mengajarkan sitem penindasan ataupun penganiayaan. Bahkan syariat Islam adalah satu – satunya agama yang memberikan perlidungan penuh kepada orang – orang yang memiliki kepercayaan berbeda , selama dia tidak menganggu umat islam.
Sultan murad I suatu ketika mengangkat soerang arsitek untuk mendirika sebuah masjid untunya. sang arsitek merasa telah membangunkan sebuah masjid ygang sangat unik untuk sultan, ketika raja datang datang untuk memeriksan masjid itu, ia merasa tidak puas dengan hasil kerjaan sang arsitek. sang arsitek pun menanyakan pendapat sultan, namun sang sultan malah mencabut pedangnya dan memotong tangan kanan sang arsitek.
Hadiah yang tadinya dinantikan sang arsetik berujung malapetaka. ia merasa sedih karena sultan memotong tanganya. ia bertanya kepada beberapa ulama, berdasarkan syariat Islam, apakah sultan dibenarkan memeotong tangnya. Ulama berkata bahwa tangan hanya dapat dipotong ketika sesorang mencuri, dan apabila dia tidak melakukan kesalahan tersebut tangnya tidak dapat dipotong semata _ mata karena kerjaanya tidak disukai oleh sultan.
Sang arsitek mengadukan sultan ke pengadilan. dalam pengadilan sang qadhin mennjukkan bahwa penggugat tidak bersalah sehingga tanganya tidak boleh dipotong  seorang sultan adalah penjaga syariat, ian tidak dibolehkan mengambil hukumnya sendiri untuk menindak seorang muslim.
Setelah mendapatkan penjelasan secara terperinci tentang syariat. Sultan mengakui kesalahanya. Qadhi berkata “ dalam hukum islam , darah dibayar dengan darah dan nyawa dibayar dengan nyawa, merupakan prinsip qisas. Huku ini diberlakukan kepada semua orang, baik yang berkedudukan tinggi maupun berkedududkan rendah, baik budak maupun orang merdeka. Islam ditegakkan untuk menyempurnakan persamaan, dan darah raja tidak lebih baik daripada darah arsitek itu.”
Sultan menarik lengan bajunya kemudaian berkata, “ inilah tangan yang denganya aku telah memotong tangan sang arsitek. Anda boleh mengambil tangan ini untuk dipotong untuk memenuhi syariat Islam.” Setelah sultan selesai berbicara, penggugat melangkah kedepan dan berkata, “ karena Sultan telah mengaku bersalah atas apa yang telah dikerjakaanya, maka pengaduanku dicabut. Aku memaafkan raja dan tidak akan melakukan Qisas.”
Kisah ini adalah bukti bahwa Syariat Islam adalah hukum yang benar – benar menegakkan keadilan secara penuh. Hukum yang tajam keatas dan juga  tajam kebawah. Tidak ada sejarahnya syariat Islam menindas atau melecehkan hak orang lain.
Pernyataan yang menyebutkan bahwa jika syariat islam ditegakkan maka minoritas akan tertindas adalah fitnah besar yang nyata. Bisa jadi mereka yang bersuaralah yang ingin menjadi segelintir penguasa agar tetap dapat menindas kau minoritas. Mereka takut wewenangnya dicabut , dst. Jika keadilan syariat islam demikian nyata , kenapa harus takut untuk diterapkan. Hanya orang – orang bodohlah yang tidak ingin keadilan yang penuh ini ditegakkan.

sumber:eramuslim
luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com