Persiapan Sebelum Memasuki Ramadhan


Bulan suci Ramadan tak lama lagi tiba. Bulan yang penuh rahmat dan ampunan dari Allah SWT ini dinanti-nantikan seluruh kaum muslimin di seluruh dunia. Karena Ramadan selalu menjadi momentum untuk memperkuat hubungan baik antara semasam manusia, maupun dengan Allah SWT.

Amalan-amalan kebajikan yang dilakukan muslim di bulan ini akan dicatat dan beri ganjaran berlipat ganda oleh Allah SWT, dibandingkan jika dilakukan di bulan-bulan lain.

Rasulullah Saw pernah berdoa,"Ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan Sya'ban, dan sampaikanlah kami pada bulan Ramadan."

Para ulama menyebut Ramadan sebagai madrasah. Karena selama lebih kurang 30 hari, kaum beriman digembleng oleh Allah dengan berbagai amalan dan ujian. Dimulai dari bangun menjelang fajar untuk sahur; melakukan salat lima waktu tepat waktu; berpuasa sejak fajar hingga matahari terbenam; menahan lapar, dahaga, dan syahwat; menyedikitkan tidur dan memperbanyak amalan malam; salat tarawih; hingga mengeluarkan sebagian dari harta yang dimiliki untuk dizakatkan, diinfakkan, dan disedekahkan kepada pihak yang berhak. Jika penggemblengan Ramadan dapat dilalui dangan baik dan sempurna, maka predikat pemenang sebagai orang bertakwa layak diberikan kepada kaum mukminin yang menjalaninya.

Namun ada tiga prasyarat persiapan yang dikutip detikRamadan dari berbagai sumber yang semestinya dipenuhi setiap mukmin jika ingin dapat menjalani semua tahapan pendidikan di bulan Ramadan dengan baik dan sukses. Apakah tiga prasyarat itu?




1. Persiapan Jasadiyah


Menahan diri untuk tidak makan dan minum seharian penuh selama sebulan tentu memerlukan kekuatan fisik yang tidak sedikit. Belum lagi kekuatan yang dibutuhkan untuk menghidupkan malam-malam Ramadan dengan salat tarawih dan amalan-amalan ibadah lainnya. Apalagi di 10 hari terakhir, aktifitas amalan ibadah biasanya lebih meningkat.


Bagi mereka yang tidak terbiasa berpuasa sunah di luar bulan Ramadan, tentu berpuasa sambil menjalani aktifitas pekerjaan harian di bulan Ramadan akan sangat melelahkan. Pekerjaan harian yang sudah biasa dikerjakan akan terasa lebih berat. Tidak sedikit umat muslim yang bersemangat puasa di awal Ramadan, tapi gugur saat memasuki tahap minggu ke-dua Ramadan hanya karena alasan fisik.


Karena itu, mempersiapkan fisik yang fit dan optimal menjelang Ramadan menjadi sebuah keniscayaan yang harus diperhitungkan. Terutama juga bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit tertentu. Menjalani ibadah puasa tentunya harus dengan pertimbangan medis.


2. Persiapan Fikriyah



Selain mempersiapkan fisik yang prima, setiap muslim yang akan memasuki bulan Ramadan sebaiknya juga mempersiapkan pengetahuan mereka tentang Ramadan. Caranya dengan memperbanyak membaca buku-buku tentang Ramadan atau ilmu ke-Islaman lainnya. Cara lain, dengan mengikuti pengajian-pengajian yang membahas tentang ibadah Ramadan.

Imam Al Ghazali dalam kitab Ihya Ulumuddin mengatakan, "Ilmu tanpa amal adalah gila dan pada masa yang sama, amalan tanpa ilmu merupakan suatu amalan yang tidak akan berlaku dan sia-sia".

Sehingga segala aktivitas ibadah yang dilakukan selama Ramadan tidak semata-mata karena mengikuti tradisi belaka, tapi dilandasi pengetahuan atasnya.


3. Persiapan Ruhiyah



Setelah persiapan fisik dan ilmu, persiapan berikutnya adalah persiapan ruhiyah. Lebih tepatnya, persiapan aspek jiwa dan keimanan. Karena inti dari setiap ibadah adalah keimanan. Ada 3 hal yang dimaksud dengan aspek persiapan ruhiyah.

a. Merenungi diri. Maksudnya, kesalahan-kesalahan yang pernah dilakukan baik sengaja atau tidak, kini hendaknya ditutupi dan disusul dengan perbuatan-perbuatan yang baik, dengan memperbanyak istighfar, agar diri kita terlepas dari dosa.

b. Berbuat baik atau memperbaiki hubungan dengan kedua orangtuanya. Mungkin selama hubungan kita dengan kedua orangtua ada hal-hal yang mengecewakan atau menyakitkan hati, maka dengan datangnya bulan Ramadan kita mohon keikhlasannya untuk mengampuninya.

c. Mengadakan hubungan silaturahmi dengan sanak saudara, teman-teman, terlebih hubungan dengan sesama muslim. Selain semua itu sangatlah penting untuk membersihkan yang bersifat lahiriyah dan jasmaniyah dalam rangka mencari ridha Allah SWT.

Aspek persiapan ruhiyah lainnya yaitu dengan cara memperbanyak ibadah seperti salat Qiyamulail, salat Dhuha, tilawah, menghafal Alquran, dan amalan sunah lainya. Kemudian yang tidak kalah penting adalah berdoa kepada Allah, meminta ampun atas segala dosa dan kesalahan yang sudah kita perbuat selama ini. Kita pun berniat dari hati yang paling dalam, jika usia kita masih panjang dan diberi kesempatan untuk berjumpa dengan Ramadan, kita berjanji kita tidak akan menyia-nyiakannya.

0 komentar:

luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com