Sukses Organisasi dengan Budaya Islami



Dalam perbincangan sehari-hari, sering terdengar:
"Pacaran membudaya di kalangan remaja."
"Menyuap sudah menjadi budaya dalam bisnis."
"Korupsi sudah menjadi budaya birokrasi."

Istilah budaya menyiratkan 3 hal. Pertama, mayoritas masyarakat atau komunitas tertentu melakukannya. Pacaran membudaya di kalangan remaja, artinya sebagian besar remaja berpacaran. Kedua, sudah menjadi kebiasaan dan tidak disadari sebagai sesuatu yang salah. Menyuap menjadi budaya dalam bisnis artinya dalam bisnis, menyuap adalah sesuatu yang biasa dan tidaklah salah. Ketiga, Sulit dihilangkan. Karena korupsi sudah membudaya, maka sulit sekali untuk memberantasnya. 

Setiap organisasi, memiliki budaya. Budaya organisasi adalah asumsi dasar atau nilai-nilai yang diyakini oleh organisasi dan diwujudkan dalam perilaku anggotanya. Budaya organisasi sangat berpengaruh terhadap kesuksesan organisasi. Oleh karena itu, budaya organisasi harus direncanakan, dikelola dan di evaluasi, untuk mencapai tujuan organisasi.

Organisasi dibentuk untuk meraih visi bersama (di samping untuk memenuhi kebutuhan individu). Seseorang yang memiliki cita cita tertentu dan tidak bisa diwujudkan sendiri, mengajak orang lain yang memiliki visi yang sama untuk meraih cita cita bersama. 

Misalnya, orang yang mempunyai visi untuk membentuk generasi yang bertaqwa, cerdas dan mandiri, mereka bersama-sama mendirikan organisasi berupa yayasan pendidikan. Sekelompok orang yang memiliki ideologi tertentu dan meyakini kebenarannya dan ingin menyebarkannya, membentuk organisasi sosial atau politik. 

Sekelompok orang yang tertarik dengan bisnis yang sejenis akan bekerjasama dan membangun perusahaan dengan harapan untuk mendapatkan keuntungan yang berlipat. Meraka yakin dengan kekuatan sinergi. Pekerjaan yang jika dilakukan sendiri kapasitas produksinya hanya 5, jika dilakukan berdua bisa menghasilkan 15, dan bertiga bisa 30 dan begitu seterusnya.

Seluruh pendiri, manajemen dan karyawan (stakeholder) menginginkan organisasinya sukses, kuat dan terus berkembang. Kuat berarti bertahan hingga puluhan bahkan ratusan tahun. Berkembang ditandai dengan semakin tingginya keuntungan (organisasi bisnis), semakin banyak konstituen (organisasi politik) atau semakin lebarnya pengaruh (organisasi sosial). 

Walaupun semua orang menginginkan organisasinya sukses, namun pada kenyataannya tidak semua organisasi dapat sukses. Jika budaya organisasi menjadi kunci kesuksesan organisasi, lalu budaya organisasi yang seperti apa yang akan membawa kesuksesan? Jawabanya adalah budaya Islami. Dengan kata lain, jika kita dalam satu organisasi memiliki budaya Islami, insyaAllah organisasi tersebut akan sukses, sebesar apapun pengaruh luar dan masalah yang dihadapi.

Budaya Islami adalah seperangkat nilai-nilai dan asumsi dasar yang diyakini sesuai dengan ajaran Islam dan diwujudkan dalam perilaku. Jika perilaku sudah membudaya, maka aturan tertulis dan sangsi formal tidaklah begitu penting. Budaya sudah menginternalisasi peraturan atau prosedur. Bagi yang melanggar, akan mendapatkan sangsi sosial, yang sesungguhnya lebih berat dari sangsi formal.

Budaya Islami yang kami maksud, diantaranya, adalah budaya bersih, berpakaian Islami, ramah, bicara sopan, sholat berjamaah, jujur, persaudaraan, transparan, tanggung jawab, amanah, bermusyarwarah, professional, dsb. Bayangkan jika budaya tersebut sudah menyatu dalam perilaku dan kerja, InsyaAllah organisasi kita akan maju. Setuju?

“Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, Kami akan tunjukan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sunguh, Allah beserta orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al-Ankabut: 69)

sumber : RamadanDetik

0 komentar:

luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com