Sulis: 'Dzikir Anak' Angin Segar di Tengah Minimnya Lagu Anak



Jakarta - Penyanyi religi Sulis kembali hadir di blantika musik Tanah Air. Lewat single terbarunya bertajuk ‘Dzikir Anak’, ia mengajak anak-anak untuk lebih dekat dan mengenal kebesaran Sang Khalik.

"Siapa yang menciptakan bukit-bukit dan sungai? (Allah). Siapa yang menciptakan lembah-lembah dan ngarai? (Allah). Siapa yang menciptakan samudera? (Allah). Siapa yang menciptakan Gurun Sahara?"

Itulah penggalan lirik lagu ‘Dzikir Anak’ tersebut. Penyanyi kelahiran 23 Januari 1990 itu mengaku, lirik sederhana seperti itu bisa menjadi metode efektif sebagai media pengenalan kepada anak akan kebesaran Allah.

"Aku berharap lagu itu jadi angin segar di tengah minimnya lagu anak. Lagu ini bertujuan sebagai media yang efektif untuk memperkenalkan Tuhan kepada anak sedini mungkin," ujarnya kepada Detikhot.




Sulis mengaku bersyukur lantaran single teranyarnya itu mendapat sambutan bagus dari masyarakat. Makanya, di bulan Ramadan kali ini ia begitu disibukkan dengan kegiatan promo ‘Dzikir Anak’ dan manggung di berbagai lokasi.

"Di Ramadan kali ini alhamdullilah jadwal aku full. Satu bulan aku full jadwal off air dan on air. Bulan yang penuh berkah buat Sulis," jelasnya seraya tersenyum sumringah.

Kehadiran Sulis dengan single terbarunya itu pun didorong pula oleh rasa keprihatinan. Ia memandang saat ini Indonesia tak sekadar membutuhkan lagu yang bagus, tetapi juga lagu-lagu yang sehat.

Lantas seperti apa lagu yang sehat di mata pelantun hits 'Ummi' itu? "Selama lagu itu menguatkan kita punya budaya, perasaan, hati dan jiwa kita, itulah lagu-lagu yang sehat," terangnya.

"Satu yang paling penting, dia tidak mengaburkan budaya asli Indonesia. Tapi kalau musik- musik yang mengaburkan kita punya kepribadian, perlahan menggeser kebudayaan kita, menurut aku itu bukan musik yang bisa kita tolerir," sambungnya.

Tahun ini, Sulis memang berharap bisa eksis kembali di pentas musik Tanah Air untuk menghibur penggemarnya. Absennya ia dua tahun belakangan memang lantaran anak bungsu dari tiga bersaudara itu disibukkan dengan kegiatan perkuliahan.

"Di karier aku agak meminimalisir undangan nyanyi. Aku concern ke kuliah karena standart nilai dan beberapa tanggung jawab yang diberikan memang menuntut sulis untuk konsen di kuliah," jelas mahasiswa semester akhir jurusan Psikologi Universitas Paramadina, Jakarta itu.

"Insya Allah aku selesai 3,5 tahun. Tinggal nyusun skripsi biar aku bisa fokus karier nyanyi lagi," tambahnya seraya tersenyum.

0 komentar:

luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com