LSM Muslim Malaysia Kampenyekan Gerakan Tutup Aurat



Sementara rekan non-Muslim mereka merayakan hari Valentine Selasa kemarin, 10 LSM berbasis Muslim di Penang Malaysia Rabu ini (15/2), mengkampanyekan gerakan tutup aurat dalam upaya untuk melawan semakin kuatnya pengaruh seks bebas dan kerusakan moral di kalangan pemuda di masyarakat .
Kelompok ini, yang menamakan dirinya "Gerakan Menutup Aurat Antarabangsa", meluncurkan kampanye tahunan dalam usaha untuk mendidik masyarakat tentang nilai-nilai Islamdi Bagan Ajam (Butterworth) dan Queensbay (pulau Penang) Malaysia.
Dua daerah ini biasa dikunjungi oleh banyak anak muda Muslim, terutama pada malam hari dan selama akhir pekan.
"Tutup aurat" mengharuskan umat Islam khususnya muslimah untuk tidak mengekspos bagian tubuh mereka yang Islam perintahkan untuk ditutup dan tidak untuk dilihat umum.
Kampanye ini, kata mereka, berangkat dari kebutuhan untuk menanamkan nilai-nilai Islam yang kuat kepada pemuda/pemudi Muslim yang saat ini menghadapi konflik identitas.
Pada konferensi pers pimpinan dari Masjid Al-Taqwa, Mardziah Zakaria, mengatakan kampanye ini diluncurkan di negara lain juga, termasuk Indonesia, Thailand, Inggris, Hong Kong dan Makau.

Mardziah mengatakan 14 Feb telah dipilih untuk kampanye tahunan karena adanya pergaulan Bebas di kalangan pemuda pada Hari Valentine.
"Ini juga merupakan cara simbolis untuk melawan komersialisasi akhlak pemuda Muslim ," tambah anggota komite dari Masyarakat Gerakan Muslimah.
"Mereka para anak muda sedang dipengaruhi oleh iklan pencampuran bebas dan cinta tanpa batas."
Mardziah mengatakan kelompoknya menghormati asal-usul Hari Valentine, namun menegaskan umat Islam dilarang merayakan acara tersebut, karena memiliki unsur-unsur ajaran agama lain.
Dia mendesak semua Muslim untuk mendukung gerakan ini.
"Menutupi diri dengan baik adalah kewajiban bagi semua Muslim, jika mereka melakukannya, masyarakat akan lebih harmonis, dan akan ada perasaan saling menghormati satu sama lain, dan bagi keluarga mereka juga," ujarnya.
"Para pemuda kemudian dapat menjadi model bagi pengembangan bangsa Muslim yang beradab," tambahnya.
Sejak memulai kampanye di Penang pada 11 Pebruari lalu, telah lebih dari 500 relawan mendaftar dan membagikan ratusan jilbab kepada masyarakat.
Kelompok ini menghargai dukungan yang diberikan oleh media utama terhadap beberapa upaya mereka untuk mendidik para pemuda/i dengan nilai-nilai Islam.
"Kami tidak menyentuh pada isu-isu sensitif, target utama kami adalah untuk mendapatkan para pemuda khususnya muslimah untuk menutup aurat.
"Kampanye ini telah menerima banyak dukungan di kota-kota selain Penang, misalnya, di Kedah dan Shah Alam.
"Bahkan, Muslim di 50 kabupaten di Indonesia, termasuk Jakarta, berkumpul untuk memulai kampanye bersama-sama dengan kami," tambah kelompok ini.

0 komentar:

luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com